Seorang mahasiswa kedokteran di salah satu Perguruan Tinggi ternama bernama Sabilah, telah menderita sakit batuk asma yang telah menahun dan tidak kunjung sembuh. Oleh beberapa dosennya ditawari untuk dilakukan percobaan pengobatan padanya. Dikatakan oleh mereka bahwa ini juga merupakan percobaan barangkali bisa sembuh dengan obat yang telah ditemukan. Sabilah berkenan dijadikan percobaan asalkan penyakitnya yang bertahun tahun belum kunjung sembuh bisa terobati dan sembuh, dia rela melakukan hal ini juga demi kemaslahatan umum, dengan maksud jika dirinya bisa sembuh maka obat hasil penemuan dosen dosennya itu bisa dipakai oleh orang – orang lain atau pasien pasien lain yang punya penyakit yang sejenis dengan penyakitnya.
Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".