Selamat Datang di Berbagi Kisah Teladan Oleh Nur Utomo

Sunday, October 16, 2016

UKASYAH

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum meninggal.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.
Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kmdn, penuhlah Masjid dg para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dr Rasulullah SAW.
Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dilderitanya.

Sunday, September 11, 2016

ABD.GHOFUR SANG PENJAGA MASJID ( Kisah Nyata )

                Abdul Ghofur lahir dari keluarga miskin di sebuah desa yang penduduknya belum mengenal pendidikan tinggi. Dia anak pertama dari lima bersaudara. Orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Sejak kecil dia gemar belajar agama. Ketika dia masih berumur 5 tahun tiap sore hari dia berjalan kurang lebih 2 Km untuk menimba ilmu agama  mengaji pada seorang guru ngaji di tempatnya.

Sunday, August 7, 2016


HAJI YANG PALING MABRUR UNTUK SEPASANG SUAMI ISTRI

Suatu hari dari tempat yang  jauh  berangkatlah sepasang suami istri menunaikan rukun islam yang kelima. Mereka berangkat dengan mengendarai seekor unta yang memang saat itu merupakan kendaraan yang lazim dipakai oleh banyak orang selain kuda. Unta merupakan binatang yang kuat dan dapat bertahan di udara yang angat panas di padang pasir, karena punya kelebihan dapat menyimpan air dalam tubuhnya.

Monday, July 11, 2016

Sang Dokter Gratis Sepanjang Usia


     Seorang mahasiswa kedokteran di salah satu Perguruan Tinggi ternama bernama Sabilah, telah menderita sakit batuk asma yang telah menahun dan tidak kunjung sembuh. Oleh beberapa dosennya ditawari untuk dilakukan percobaan pengobatan padanya. Dikatakan oleh mereka bahwa ini juga merupakan percobaan barangkali bisa sembuh dengan obat yang telah ditemukan. Sabilah berkenan dijadikan percobaan asalkan penyakitnya yang bertahun tahun belum kunjung sembuh bisa terobati dan sembuh, dia rela melakukan hal ini juga demi kemaslahatan umum, dengan maksud jika dirinya bisa sembuh maka obat hasil penemuan dosen dosennya itu bisa dipakai oleh orang – orang lain atau pasien pasien lain yang punya penyakit yang sejenis dengan penyakitnya.

Sunday, July 10, 2016

Sesama Muslim Seharusnya Saling Mengasihi dan Menyayangi ( Cerita tentang Umar bin Khotob dan tiga orang pemuda muslim dan Salman Al Farisi )


Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu. Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata : "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Thursday, June 30, 2016

CERITA UMAR BIN KHOTOB DAN SUSU MURNI


Adalah Umar Bin Khotob yang menjadi amiril mukminin jarang di tempat kerjanya atau istananya. Dia selalu keliling atau blusukan melihat keadaan rakyat yang dipimpinnya. Pada waktu jaman Kholifah tidak jauh berbeda dengan waktu jaman rosul. Dia tidak hanya fokus mencermati kesejahteraan masyarakatnya tetapi juga akhlak dan kehidupan keagamaannya.

Tuesday, June 21, 2016

ABU NAWAS DAN CENIL ( jw : klanthing )


Sudah termasyhur bahwa Abu Nawas adalah orang yang sangat cerdik di jaman Raja Harun Al Rasyid. Dengan kecerdikannya itu dia sering membuat banyak orang kagum dan tersadarkan diri dari kegelapan. Istri Abu Nawas adalah seorang wanita yang cantik. Suatu hari Abu Nawas diundang menghadiri sebuah hajatan di rumah seseorang yang kaya raya. Bisa dipastikan yang hadir di acara hajatan tersebut banyak sekali . Ketika itu Abu Nawas hadir bersama dengan istrinya yang cantik. Kecantikan wajah istri Abu Nawas banyak mengundang perhatian para tamu yang hadir dalam acarara hajatan, terutama para tamu lelaki. Hampir semua tamu lelaki yang hadir melihat, menatap dan bahkan tidak sedikit yang melotot matanya memperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki wanita pendamping sang lelaki cerdik Abu Nawas. Perhatian itu tidak henti -henti hingga istri – istri mereka ( para tamu lelaki ) merasa cemburu dan melakukan gerakan terhadap suami – suami mereka agar kepalanya tidak menghadap ke istri Abu Nawas, atau dengan kata lain agar suami- suami mereka memalingkan kepala tidak melihat istri Abu Nawas.