Abdul
Ghofur lahir dari keluarga miskin di sebuah desa yang penduduknya belum
mengenal pendidikan tinggi. Dia anak pertama dari lima bersaudara. Orang tuanya
hanya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Sejak kecil
dia gemar belajar agama. Ketika dia masih berumur 5 tahun tiap sore hari dia
berjalan kurang lebih 2 Km untuk menimba ilmu agama mengaji pada seorang guru ngaji di tempatnya.