ABU NAWAS SUKA FITNAH
Abu Nawas adalah seorang yang terkenal cerdik pada jaman Raja Harun Al Rasyid . Kita sering mendengar cerita cerita kecerdikannya , seperti misalnya tentang menghitung bintang, tentang memindah masjid, tentang kue serabi dan banyak lagi . Kali ini ada kisah tentang dia yang merupakan sebuah kisah yang bukan sekedar humor tapi juga mengandung dakwa.
Suatu hari Abu Nawas berjalan menuju pasar tradisonal yang memang jaraknya tidak begitu jauh dari rumahnya. Tapi sebelumnya dia membuat bendera yang terbuat dari kain putih dan diberi tulisan ‘ Ana uhibu al fitnah ‘ yang kalau diartikan adalah ‘ Saya cinta fitnah ‘. Dengan membawa bendera itu menuju pasar, diapun berteriak – teriak dengan teriakan yang sama dengan tulisan pada bendera yang dibawanya, ‘ saya suka fitnah – saya suka fitnah ‘ .
Sesampai di pasarpun dia terus berteriak – teriak dengan kalimat itu bahkan di dalam pasarpun dia terus melangsungkan teriak – teriakannya itu. Sehingga semua pedagang melihatnya dengan penuh tanda tanya, “ Kenapa Abu Nawas ini ?, Gila apa bagaimana ? , masak fitnah disukai, padahal semua orang benci dengan fitnah ‘.
Tiap hari Abu Nawas melakukan hal yang demikian. Sehingga orang – orang di pasar merasa sangat terganggu.
Akhirnya salah seorang dari mereka melaporkannya ke pihak keamanan kerajaan. Setelah mendapat laporan dari masyarakat . Keesokan harinya Abu Nawas ditangkap di dalam pasar dan dihadapkan kepada Sang Raja. Ketika dihadapkan kepada Sang Raja, Abu Nawas hanya tersenyum dan tersenyum. Sang Raja bertanya kepada Abu Nawas mengapa dia mengatakan senang dengan fitnah dan mengapa hal itu diteriakan di dalam pasar.
Sambil membuka Alqur’an dihadapan Sang Raja, Abu Nawas menjelaskan mengapa itu semua dilakukan. Abu Nawas menunjukan beberapa ayat yang menerangkan ‘ Innama Amwalukum wa auladukum fitnah ‘ yang berarti ‘ Sesungguhnya hartamu dan anak-anak ( keturunan ) mu adalah fitnah ‘ . Setelah itu, Abu Nawas balik bertanya pada Sang Raja, “ Wahai Yang Mulia, siapa di dunia ini yang tidak suka dengan harta dan anak keturunannya ? jawabannya pastilah tidak ada karena semua orang di dunia ini pasti senang dengan harta dan anak keturunannya, padahal Al qur’an menyebutnya seperti tadi ; Harta dan anak adalah fitnah, berarti semua orang senang dengan fitnah ( red : Al qur’an menjelaskan bahwa fitnah yang dimaksud disini adalah ujian ).
Abu Nawas juga menjelaskan mengapa dia berteriak- teriak demikian di dalam pasar, dia melakukan ini dimaksudkan untuk dakwa ke banyak orang terutama ditujukan kepada para pedagang pasar.
No comments:
Post a Comment