Selamat Datang di Berbagi Kisah Teladan Oleh Nur Utomo

Thursday, June 16, 2016

BERSYUKUR, SURAT IBRAHIM AYAT 07

Pak Sarmin dengan nama panggilan Pak Min adalah pembantu di rumah Pak Syukur. Suatu hari Pak Min disuruh oleh Pak Syukur untuk membeli ballpoint di toko terdekat, dengan patuhnya Pak Min melaksanakan tugas itu dengan baik. Dengan rasa terima kasih Pak Syukur memberi Pak Min uang tip. Pada hari berikutnya Pak Syukur menyuruh Pak Min membeli nasi bungkus, setelah nasi bungkus diberikan kepada majikannya Pak Min juga mendapat uang tip lagi kali ini uang tipnya lebih besar dari pada uang tip yang pertama. Ketiga, keempat, kelima Pak Min mendapat perlakuan yang sama ketika majikannya menyuruhnya untuk melakukan suatu pekerjaan yaitu selalu diberi uang tip dan uang tip ini diluar gaji bulanannya. Suatu ketika Pak syukur mengasih uang sebesar Rp.50.000 kepada Pak Min dengan maksud yang sama yaitu menyuruhnya untuk membeli sandal jepit, seperti biasa Pak Min bergegas pergi ke toko untuk malaksanakan tugas dari majikannya, tetapi kali ini dia melakukan kebohongan yaitu uang kembalian yang seharusnya Rp 35.000 diberikan kepada majikannya hanya Rp. 25.000, dan dia mengatakan bahwa harga sandalnya Rp. 25.000, padahal yang sebenarnya Rp.15.000. Seperti biasa Pak Syukur juga memberinya tip Rp. 5.000. Kebohongan seperti ini akhirnya sering dilakukan oleh Pak Min karena dia merasa bahwa majikannya tidak mengetahuinya. Dengan melakukan kebohongan ini dia mendapatkan uang tip ganda, namun salah satu tipnya adalah Haram. Seperti kata peri bahasa “ Sepandai - pandai orang menyimpan bangkai maka baunya akan tercium juga”, Ketika Pak Min tidak datang karena sakit flu , Pak Syukur butuh pasta gigi yang sebetulnya dia sudah membeli, juga menyuruh Pak Min sehari sebelumnya. Lantaran pasti gigi yang sehari sebelumnya dibeli diminta anaknya untuk dibawa ke rumah kosnya yang dari jauh rumah, akhirnya Pak Syukur berangkat sendiri untuk membeli pasta gigi, setelah tahu pasti gigi yang biasa dipakainya hanya seharga Rp. 8.000, dia merasa kaget karena Pak Min mengatakan harga pasta gigi yang sehari sebelumnya dibeli harganya sebesar Rp.15.000. Pak Syukur sadar bahwa dirinya telah dibohongi Pak Min, dalam hatinya dia yakin bahwa hal ini telah dilakukan Pak Min tidak hanya sekali, namun beberapa kali. Sejak itu Pak Syukur tidak lagi menyuruh Pak Min lagi. Ini artinya Pak Min tidak pernah menerima uang tip lagi dari Pak Syukur. Rejekinya hanya gaji bulanan yang diterimanya, tidak ada rejeki tambahan . Itulah gambaran surat Ibrahim ayat 7 (……LAINSYAKARTUM LA AZIDANNAKUM WALAINKAFARTUM INNA ADZABI LASYADIID ). Jadi syukur itu bukan hanya mengucap ‘Alhamdulillahirobbil ‘alamin’ atau sekedar mengadakan selamatan atau tasyakuran, SYUKUR itu maksudnya adalah bertaqwa yaitu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Apabila kita bertaqwa maka Allah akan menyayangi kita dan menambah rejeki kita, tetapi apabila kita sering melanggar perintahNya maka Allah akan membenci kita dan Allah enggan melihat kita apalagi menambah rejeki. Wallahu ‘alam !!! SukaTunjukkan lebih banyak tanggapanKomentariBagikan

No comments:

Post a Comment