Selamat Datang di Berbagi Kisah Teladan Oleh Nur Utomo

Thursday, June 30, 2016

CERITA UMAR BIN KHOTOB DAN SUSU MURNI


Adalah Umar Bin Khotob yang menjadi amiril mukminin jarang di tempat kerjanya atau istananya. Dia selalu keliling atau blusukan melihat keadaan rakyat yang dipimpinnya. Pada waktu jaman Kholifah tidak jauh berbeda dengan waktu jaman rosul. Dia tidak hanya fokus mencermati kesejahteraan masyarakatnya tetapi juga akhlak dan kehidupan keagamaannya. Suatu hari Umar keliling dan di suatu desa di sebuah rumah berhenti karena mendengar percakapan antara ibu dan anaknya yang menarik perhatiannya. Ibu dan anak tersebut sehari – harinya adalah penjual susu. Sang ibu berkata, “ Hari ini kita bersyukur susu yang kita perah habis terjual “, “ Alhamdulillah Allah memberi rejeki yang banyak hari ini, mudah – mudahan juga di hari – hari berikutnya”, sahut sang anak. Untuk mempersiapan dagangannya hari esok, sang anak segera memerah susu dari beberapa kambing yang dipunyainya, dengan maksud dia bisa menghasilkan susu yang lebih banyak daripada hari sebelumnya. Berkata lagi sang ibu,” Nak…bagaimana kalau susu yang kita jual besok kita campuri air agar bisa kebih banyak dan kita bisa mendapatkan uang lebih banyak”. “ Bu….kita ini sekarang dibawah kepemimpinan amirul mukminin Umar Bin Khotob yang merakyat, adil dan bijaksana, kalau susu yang kita jual kita campuri air, nanti bila ketahuan Umar bisa-bisa kita mendapat sanksi dari pemerintah karena itu tidak ada bedanya dengan mengurangi timbangan “, jawab anak. “ Apa Umar tahu dengan semua yang kita lakukan ?, tempat umar jauh dari tempat kita berjualan, pastilah dia tidak tahu”, cetus sang ibu. Sang ibu tidak mengerti apabila percakapannya dipantau oleh Umar dari balik dinding rumahnya. Mendengar perkataan ibu demikian sang anak menimpali, “ Mungkin saja bu…Umar tidak tahu, tapi jangan lupa bahwa semua di dunia ini tanpa terkecuali kita, selalu dalam pengawasan oleh yang Maha Tinggi, Allah SWT”. Setelah mendengar percakapan mereka, Umar bergegas pulang dan ingat bahwa putranya sudah dewasa dan sudah waktunya berumah tangga. Sesampai di rumah, Umar menemui putranya dan tanpa bosa- basi berkata, “ Nak….engkau sudah dewasa sudah waktunya membina rumah tangga dan ayah baru saja berkeliling menyusuri desa, disana ( sembari menunjukkan alamat rumah sang gadis dengan jelas ) ada gadis yang jujur coba temui dan lamar dia”. Akhirnya putra kholifah Umar mendatangi rumah sang gadis tersebut dan melamarnya.

No comments:

Post a Comment