HAJI YANG PALING MABRUR UNTUK
SEPASANG SUAMI ISTRI
Suatu hari dari tempat yang jauh
berangkatlah sepasang suami istri menunaikan rukun islam yang kelima.
Mereka berangkat dengan mengendarai seekor unta yang memang saat itu merupakan
kendaraan yang lazim dipakai oleh banyak orang selain kuda. Unta merupakan
binatang yang kuat dan dapat bertahan di udara yang angat panas di padang
pasir, karena punya kelebihan dapat menyimpan air dalam tubuhnya.
Karena tempatnya yang jauh dari
Ka’bah yang berada di kota Makkah, mereka membawa bekal sangat banyak. Padang pasir demi padang pasir
dilaluinya, tempat peristirahatan demi tempat peristirahatan disinggahinya
karena memang diperkirakan oleh mereka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
Ka’bah kurang lebih satu bulan. Setelah dua minggu dilalui, dalam perjalanan
,mereka menemui sebuah kampung yang
kumuh dengan keadaan penduduk yang jauh dari berkecukupan. Tersentuhlah
hati sepasang suami istri ketika melihat
keadaan perkampungan yang memprihatinkan tersebut. Mereka masuk ke kampung tersebut kemudian
semua bekal yang dibawanya disedekahkan ke penduduk kampung itu.
Karena semua bekal telah habis,
mereka mengurungkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Makkah Al Mukaromah, mereka memilih pulang ke
kampung halaman lagi. Keduanya telah iklhas membantu saudara sesama muslim yang
mengalami kesusahan. Kurang lebih dengan waktu yang sama dengan berangkatnya , mereka
pulang dan tiba di rumah kembali menjelang waktu isyak. Setelah membersihkan
badannya lalu mereka sholat isyak
berjamaah. Setelah menjelang waktu tidur mereka kedatangan tamu dengan baju dan serban serba putih
menyalaminya dan memberi ucapan selamat bahwa mereka telah melaksanakan haji
dengan predikat sebagai haji yang mabrur. Wallahu ‘alam.
No comments:
Post a Comment